9 Makanan yang Dapat Meningkatkan Kesehatan Sistem Pencernaan
- Makanan yang kita santap ternyata dapat berpengaruh bagi kesehatan sistem pencernaan. Sistem pencernaan manusia bekerja keras mulai dari momen saat kita...
Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.
- Makanan yang kita santap ternyata dapat berpengaruh bagi kesehatan sistem pencernaan. Sistem pencernaan manusia bekerja keras mulai dari momen saat kita...
- Makanan yang kita santap ternyata dapat berpengaruh bagi kesehatan sistem pencernaan.
Sistem pencernaan manusia bekerja keras mulai dari momen saat kita memasukkan makanan ke dalam mulut. Beberapa tugas sistem pencernaan, antara lain: memecah makanan mengambil nutrisi penting pada makanan, seperti vitamin, mineral, kalori, lemak, dan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh membersihkan organ pencernaan dengan mengirim sisa makanan keluar dari tubuh dalam bentuk tinja. Melihat besarnya tugas serta peran pencernaan, ada baiknya masing-masing individu diimbau untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.
1. Salad atau asinan kubis
Anda mungkin hanya menganggap salad atau asinan kubis hanya sebagai pelengkap saat makan hot dog, steak, atau katsu. Namun rupanya, makanan berfermentasi ini memberi manfaat penting bagi kesehatan pencernaan. Asinan kubis dan makanan fermentasi lainnya mengandung bakteri menguntungkan yang memudahkan kerja sistem pencernaan. Serat prebiotiknya juga memberi makan serangga yang hidup di kolon atau usus besar. Selain asinan kubis, Anda dapat menyiapkan kimchi (acar sawi dan kubis ala Korea), kefir (susu fermentasi), atau miso (pasta Jepang yang terbuat dari kedelai yang difermentasi) sebagai sumber prebiotik untuk pencernaan. Baca juga: 5 Makanan yang Dapat Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia
2. Kacang-kacangan
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa makan kacang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Pasalnya, kacang-kacangan merupakan sumber serat yang baik untuk pencernaan manusia.Jenis kacang yang memiliki kadar serat paling tinggi ialah kacang polong. Kandungan serat yang terdapat pada kacang polong menjadi sumber makanan bagi bakteri di usus. Ketika mendapatkan serat cukup, bakteri usus akan membantu meningkatkan fungsi pencernaan dan membuat buang air besar menjadi lancar.
3. Kiwi
Buah berwarna hijau dengan kulit halus ini memiliki kandungan vitamin C yang membantu agar BAB lancar. Menurut penelitian yang diterbitkan pada Juni 2021 di American Journal of Gastroenterology, seseirang yang menyantap dua buah kiwi setiap hari akan terbebas dari sembelit.
4. Yoghurt
Saluran pencernaan kita penuh dengan bakteri, jamur, bahkan virus. Kumpulan mikroorganisme ini hidup dalam keseimbangan di mikrobioma usus. Untuk menjaga keseimbangan mikroorganisme di saluran pencernaan, kita dianjurkan untuk konsumsi makanan mengandung probiotik, seperti yoghurt. Sebuah studi yang diterbitkan pada Agustus 2021 di Nutrients, menyatakan bahwa yoghurt membantu melindungi mikrobioma usus dari perubahan akibat mengonsumsi antibiotik yang menyebabkan diare.
5. Minyak ikan
Minyak ikan tidak hanya bermanfaat bagi jantung, tetapi juga baik untuk saluran pencernaan. Hal ini karena minyak ikan mengandung asam lemak omega-3 sehingga diklaim dapat mengurangi peradangan. Anda dapat mencoba beralih ke diet Mediterania dan menambahkan ikan berlemak seperti salmon atau mackerel jika ingin mendapatkan asupan minyak ikan. Dilansir dari Everyday Health, omega-3 yang bisa kita dapatkan dari konsumsi minyak ikan, memiliki efek prebiotik pada usus. Namun, untuk membuktikan efektivitasnya, diperlukan penelitian lebih mendalam.
6. Kunyit
Kunyit merupakan rempah-rempah yang kaya akan kurkumin. Sebagaimana diketahui, kurkumin memiliki sifat anti-inflamasi yang terbukti membantu mengatasi masalah kesehatan yang dipicu oleh peradangan. Penyakit pencernaan yang bisa diatasi dengan kunyit, misalnya radang usus buntu (IBD), asam lambung, sakit mag, hingga kanker usus besar. Selain itu, kurkumin yang terkandung pada kunyit juga membantu mengatur keseimbangan mikrobiota usus.
7. Jahe
Di Asia, jahe menjadi salah satu rempah-rempah yang paling sering digunakan untuk mengatasi sakit perut dan mual. Hal itu lantaran jahe memiliki kemiripan dengan kunyit, yaitu memiliki sifat anti-inflamasi. Jahe membantu kerja sistem pencernaan dengan mempercepat proses pemindahan makanan dari lambung ke usus kecil bagian atas. Konsumsi jahe atau sarinya juga dapat mengurangi risiko kanker usus besar.
8. Peppermint
Peppermint merupakan tumbuhban aromatik yang memberi efek menenangkan. Selain itu, peppermint juga membantu meringankan gangguan pencernaan serta beberapa gejala sindrom iritasi usus. Cara pengolahan peppermint pun terbilang mudah. Minyak peppermint dapat dijadikan tambahan pada berbagai resep makanan atau dipadukan dengan teh.
9. Air putih
Dilansir dari Mayo Clinic, air putih berperan dalam memecah dan mencerna makanan. Selain itu, air putih berperan dalam menjaga fungsi usus. Perlu diketahui, saat asupan air tidak tercukupi, maka usus besar akan menyerap air dari tinja agar tubuh tetap terhidrasi. Kondisi ini menyebabkan sembelit. Maka dari itu, apabila Anda ingin buang air besar (BAB) dengan lancar, cukupi kebutuhan air putih dan jangan terlalu banyak konsumsi soda serta kafein. (Kompas/haerul)
- Kunyit telah ribuan tahun digunakan untuk mengobati banyak penyakit dan kondisi tertentu, termasuk masalah perut dan pencernaan. Banyak cerita menunjukkan bahwa...
- Kunyit telah ribuan tahun digunakan untuk mengobati banyak penyakit dan kondisi tertentu, termasuk masalah perut dan pencernaan. Banyak cerita menunjukkan bahwa obat alami ini dapat meredakan asam lambung, namun ada beberapa uji klinis yang pernah membuktikan klaim tersebut.
Manfaat kunyit untuk kesehatan
Kunyit kaya akan senyawa anti-inflamasi dan antioksidan. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan Ayurveda, kunyit telah digunakan untuk meredakan nyeri artritis dan mengatur menstruasi. Di samping itu, kunyit juga telah digunakan untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan fungsi hati. Saat ini, kunyit diakui sebagai terapi alternatif untuk sakit maag, peradangan, dan tukak lambung. Ada pun bahan kunyit yang paling aktif disebut kurkumin. Ini dianggap bertanggung jawab atas sebagian besar manfaat kesehatan kunyit. Kurkumin juga mengandung antioksidan polifenol yang memiliki kemampuan antivirus, antibakteri, dan antikanker yang kuat.
Manfaat kunyit berdasarkan hasil studi Meskipun banyak studi telah mengeksplorasi khasiat obat dari kunyit dan ekstraknya kurkumin, tidak ada studi yang benar-benar berfokus pada asam lambung. Secara keseluruhan, tidak ada cukup bukti untuk mendukung penggunaan kunyit untuk mengobati asam lambung. Jadi, tetap diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan keefektifannya pada manusia.
Kunyit dan ekstraknya kurkumin juga dikatakan memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Karena itu, kunyit disimpulkan dapat meredakan GERD. Penelitian lebih lanjut saat ini sedang dilakukan. Sebuah artikel tahun 2019 menyajikan beberapa wawasan tentang aktivitas anti-tumor, anti-inflamasi, antioksidan kurkumin dalam pengobatan masalah di saluran pencernaan. Kurkumin juga dapat melindungi usus dari kerusakan akibat NSAID dan agen berbahaya lainnya. Senyawa ini berperan dalam menjaga bakteri yang terkait dengan bisul, membantu penyembuhan bisul, dan bekerja secara aktif dalam membunuh sel kanker di usus. (Kompas/haerul)
Penyakit tuberkulosis (TBC) merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian seluruh dunia, termasuk Indonesia. Umumnya penyakit ini memiliki gejala yang mirip...
Penyakit tuberkulosis (TBC) merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian seluruh dunia, termasuk Indonesia. Umumnya penyakit ini memiliki gejala yang mirip seperti COVID-19, misalnya batuk. Lalu, bagaimana membedakan keduanya?
Pengelola Program Tuberkulosis (TBC) atau Wakil Supervisor (Wasor) TB Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, dr Victor menjelaskan bahwa perbedaan TBC dan COVID-19 bisa dilihat dari perjalanan penyebab dan perjalanan penyakitnya. TBC umumnya disebabkan oleh bakteri, sedangkan COVID-19 disebabkan oleh virus. Begitu juga dengan perjalanan penyakit, TBC umumnya bersifat lebih kronis dibandingkan COVID-19.
Sesuai dengan penyebab penyakitnya, TBC disebabkan oleh bakteri. Sedangkan COVID-19 disebabkan oleh virus. Kemudian untuk perjalanan penyakit, TBC itu sifatnya lebih kronis," tuturnya dalam acara "Sosialisasi Penyakit TBC"
"Jadi pasien berkontak dengan pasien yang tertular, itu bukan dua, tiga, atau lima hari menimbulkan gejala.Tapi lebih ke arah kronis, bisa minimal 2 minggu bahkan berbulan-bulan atau sampai tahunan dia baru menimbulkan gejala," sambungnya lagi.
Penyakit TBC juga memiliki gejala khas yang berbeda dengan COVID-19, seperti berkeringat di malam hari walaupun pengidapnya tidak merasa kepanasan. Selain itu, mengalami gejala berupa batuk dan demam lebih dari dua minggu. Sedangkan batuk COVID-19 biasanya hanya bertahan beberapa hari, termasuk gejala demam.
"Berbeda dengan COVID, pada saat kontak dengan pasien atau tertular COVID, itu dalam hitungan hari dua sampai lima hari bisa saja menimbulkan gejala. Biasanya juga gejala TBC itu disertai gejala khas, seperti keringat pada malam hari. Jadi, dia tidur seperti biasa tidak kepanasan, tapi saat dia bangun pagi bajunya basah tanpa sebab," sambungnya lagi.
"Batuknya lama dari dua minggu tapi tidak kunjung sembuh, beda dengan COVID batuknya baru beberapa hari dan sifat penyakitnya lebih progresif ya kalau misalnya dari segi sifat dari virus. Kalau dia memang memiliki penyakit komorbid atau penyerta lebih intens sesak napas," tutur dr Victor. (dtk/haerul)
program studi promosi kesehatan Hari ini 22 Agustus 2022 bertempat di Ruang Rapat Prodi Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara tengah diadakan Rapat Evaluasi...
program studi promosi kesehatan
Hari ini 22 Agustus 2022 bertempat di Ruang Rapat Prodi Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara tengah diadakan Rapat Evaluasi Pembelajaran Semester Genap dan penetapan Koordinator Mata Kuliah Semester Ganjil 2022/2023 (haerul)
- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 10.000 vaksin cacar monyet menyusul ditemukannya kasus cacar monyet pertama di Indonesia. "Ada sekitar 10.000 vaksin...
- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 10.000 vaksin cacar monyet menyusul ditemukannya kasus cacar monyet pertama di Indonesia. "Ada sekitar 10.000 vaksin kita adakan," ujar Juru Bicara Kemenkes Syahril dalam konferensi pers virtual, Sabtu (20/8/2022). Syahril mengatakan, 10.000 vaksin tersebut akan disalurkan pada penderita cacar monyet dan mereka yang pernah melakukan kontak erat dengan penderita.
Adapun proses pengadaan vaksin cacar monyet akan melalui rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sedang dilakukan uji klinis. Kendati cacar monyet sudah menjadi bencana global, Syahril mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) belum memberikan rekomendasi massal. "Untuk sementara ini WHO belum memberikan rekomendasi vaksinasi massal sebagaimana halnya Covid. Jadi ada 2 atau 3 negara yang sudah melakukan vaksinasi dan kita juga sudah berproses untuk pengadaan," tutur Syahril. Selain menyiapkan vaksinasi, Kemenkes menyiapkan pengobatan yang sesuai dengan penyakit cacar monyet. "Tentu saja pengobatan lain yang standar sudah diberikan kepada rumah sakit dan sudah ada petunjuknya dari P2P (Pencegahan Pengendalian Penyakit) Kemenkes langkah-langkah apa yang harus dilakukan, baik di tingkat puskesmas, rumah sakit dan rumah sakit rujukan," ucap Syahril.(Kompas/haerul)
- Buah bit mungkin lebih terkenal sebagai pewarna alami makanan. Namun, buah dengan warna merah menyala ini juga bisa dikonsumsi mentah seperti buah pada umumnya....
- Buah bit mungkin lebih terkenal sebagai pewarna alami makanan. Namun, buah dengan warna merah menyala ini juga bisa dikonsumsi mentah seperti buah pada umumnya. Selain teksturnya yang lembut, buah bit juga kaya akan nutrisi. Ahli deit bersertifikat sarah Thomsen Ferreira mengatakan bahwa buah bit juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. "Karena kombinasi senyawa yang ditemukan dalam bit, mereka mampu meningkatkan aliran darah, meningkatkan kesehatan arteri, menurunkan homosistein dan mengurangi kolesterol LDL," ucapnya. Bit juga mengandung senyawa yang disebut betalains. Betalains adalah pigmen yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
1. Sifat antiinflamasi
Peradangan dalam tubuh bisa memicu berbagai penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, asma, dan obesitas. Nah, untuk mengurangi peradangan tersebut, Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung antiinflamasi seperti buah bit. Bit memiliki kandungan senyawa betalain yang juga versifat antinflamasi. Anda bisa mencoba mengolah buah bit menjadi jus segar untuk mendapatkan manfaat tersebut.
2. Tinggi serat
Mengonsumsi bit adalah cara terbaik untuk meningkatkan asupan serat Anda. Satu cangkir bit saja sudah mengandung 3,8 gram serat. Serat dapat membantu Anda mengontrol kadar gula darah, menjaga berat badan yang sehat, menurunkan kolesterol dan tetap teratur. Pola makan dengan serat seimbang juga membantu mengurangi risiko Anda untuk kondisi seperti kanker usus besar, penyakit jantung dan penyakit radang usus (IBS). Baca juga: Kenali Gejala Cacar Monyet dari Tahap Awal sampai Muncul Ruam
3. Tinggi nitrat
Thomsen Ferreira mengatakan bahwa buah bit mengandung nitrat yang membantu membuka pembuluh darah. "Itu dapat membantu menyeimbangkan tekanan darah serta meningkatkan kinerja atletik dan fungsi otak," ucapnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa minum jus bit sebelum berolahraga akan meningkatkan daya tahan kardiorespirasi Anda, sehingfa memungkinkan Anda untuk berolahraga lebih lama. Sebab, nitrat yang ditemukan dalam bit akan diubah menjadi asam nitrat dalam tubuh Anda, yang pada gilirannya meningkatkan aliran darah. Hal ini juga meningkatkan fungsi paru-paru dan juga memperkuat kontraksi otot.
4. Kaya potasium
Buah bit juga sumber potasium yang baik. Potasium membantu pembuluh darah agar lebih fleksibel sehingga tekanan darah menurun. Hal ini juga membantu meningkatkan kesehatan jantung dan kardovaskular. (Kompas/haerul)