info@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Informasi Publik

Berita

Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.

Mahasiswa Prodi Keperawatan Tingkat III Politeknik Kaltara tengah diadakan Kegiatan Ujian TRY OUT
20 Jul 2023 IT Poltek

Bertempat di Ruang H Politeknik Kaltara, 20/2023 tengah diadakan kembali Kegiatan ujian kompotensi TRY OUT Internal untuk mahasiswa Tingkat III Prodi Keperawatan Politeknik Kaltara, Try Out merupakan bentuk ujian yang diberikan pada mahasiswa dalam rangka uji coba yang dilaksanakan sebelum ujian berlangsung.

Mahasiswa Prodi Farmasi Tingkat III Politeknik Kaltara tengah diadakan Kegiatan Seminar Hasil
20 Jul 2023 IT Poltek

Bertempat di Ruang Ujian Prodi Farmasi Politeknik Kaltara, 20/2023 tengah diadakan kembali Kegiatan Seminar Hasil untuk mahasiswa Tingkat III Prodi Farmasi Politeknik Kaltara, Seminar Proposal merupakan Tahapan yang harus dilalui Mahasiswa di tingkat Akhir sebelum menyelesaikan studinya.

Ini 10 Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mengobatinya
18 Jul 2023 IT Poltek

Apakah detikers pernah mengalami kaki bengkak? Jika iya, tentu hal tersebut sangat merepotkan. Selain kaki terasa nyut-nyutan, kamu juga sulit menjalankan aktivitas sehari-hari.
Namun, jangan pernah anggap sepele kaki bengkak. Bisa jadi, itu adalah salah satu tanda-tanda kamu terserang penyakit yang berbahaya, lho.
Lantas, apa sih yang menyebabkan kaki menjadi bengkak? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel berikut ini.

Penyebab Kaki Bengkak
Secara umum, pembengkakan pada kaki bisa disebabkan oleh terkena benda keras, lalu kaki mulai bengkak dan terasa sakit. Tapi tak hanya itu, masih ada sejumlah faktor yang menyebabkan kaki bengkak.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut 10 penyebab kaki bengkak.

1. Kehamilan
Penyebab kaki bengkak yang pertama adalah karena sedang hamil. Salah satu gejala umum kehamilan adalah terjadinya pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki. Hal ini disebabkan adanya peningkatan tekanan pada pembuluh darah.

2. Preeklampsia
Apabila sedang hamil dan pembengkakan pada kaki semakin parah, hal itu bisa jadi gejala preeklampsia. Dilansir Medical News Today, preeklampsia adalah kondisi di mana tekanan darah dan kadar protein meningkat.
Kondisi tersebut biasanya terjadi selama masa kehamilan dan sesaat setelah melahirkan. Hal ini perlu diwaspadai, sebab jika dibiarkan maka preeklampsia dapat berubah menjadi eklampsia, yang mana lebih berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin.

3. Edema
Edema merupakan kondisi di mana bagian tubuh tertentu mengalami pembengkakan akibat penumpukan cairan di jaringan tubuh. Biasanya, pasien yang mengalami edema mengalami pembengkakan di tungkai kaki, namun juga bisa terjadi di bagian tubuh lainnya, seperti wajah atau perut.
Seseorang bisa mengalami edema karena disebabkan oleh sejumlah faktor, yaitu:

 - Terlalu lama duduk atau berdiri di posisi yang sama.
 - Terlalu banyak makan makanan asin.
 - Kelebihan berat badan.
 - Sedang mengandung
- Mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat untuk tekanan darah, terapi hormon, pil kontraseptif, dan antidepresan.
- Digigit oleh serangga.
- Gangguan pada ginjal, hati, atau jantung.
- Penyumbatan pembuluh darah.
- Infeksi.

4. Cedera Kaki
Bisa dibilang, cedera kaki merupakan penyebab umum seseorang mengalami bengkak di kaki. Biasanya, kaki menjadi bengkak karena mengalami cedera di area pergelangan kaki, seperti mengalami kaki terkilir.

Oleh karena itu, jika kaki terkilir sebaiknya langsung ditangani dengan cepat. Apabila tidak, maka pembengkakan bisa semakin besar dan menyebabkan rasa nyeri yang semakin parah.

5. Pembekuan Darah
Dilansir Web MD, salah satu penyebab kaki menjadi bengkak karena terjadi pembekuan darah. Gumpalan darah yang terbentuk di pembuluh darah kaki dapat menghentikan aliran darah dari kaki ke jantung.
Jika terjadi dalam waktu yang cukup lama, hal ini menyebabkan pembengkakan di pergelangan kaki. Jangan anggap sepele, sebab gumpalan darah di kaki dapat mengancam nyawa.

6. Efek Samping Obat-obatan
Apabila detikers sedang mengkonsumsi obat-obatan, hal tersebut bisa jadi penyebab kaki bengkak. Adapun sejumlah obat yang mungkin menyebabkan kaki bengkak, yakni:
- Obat antidepresan.
- Obat untuk diabetes.
- Steroid.
- Obat untuk mengontrol tekanan darah seperti calcium channel blockers.
- Pil hormon, seperti estrogen dan testosteron.

7. Faktor Gaya Hidup
Tanpa disadari, faktor gaya hidup yang kurang baik bisa mempengaruhi kesehatan seseorang, salah satunya menyebabkan kaki bengkak. Berikut sejumlah contoh gaya hidup kurang sehat yang berisiko bikin kaki bengkak:
- Jarang berolahraga, sehingga menyebabkan berat badan berlebih.
- Sering memakai sepatu dengan ukuran yang terlalu ketat.
- Jarang minum air putih.
- Asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tidak seimbang.

8. Alkohol
Penyebab kaki bengkak selanjutnya adalah karena mengkonsumsi minuman beralkohol. Sebab, alkohol bisa mengakibatkan penumpukan cairan di dalam tubuh, sehingga membuat kaki menjadi bengkak.
Pembengkakan pada kaki setelah minum alkohol bisa jadi merupakan gejala dari gangguan pada sistem hati, jantung, dan ginjal. Jadi, sebaiknya kurang minum-minuman keras.

9. Gejala Penyakit Jantung, Hati, atau Ginjal
Pembengkakan pada kaki bisa menjadi tanda-tanda kalau kamu terserang salah satu dari ketiga penyakit tersebut. Jika kaki mengalami bengkak di malam hari, bisa jadi disebabkan oleh tersumbatnya garam dan air karena mengalami gagal jantung di sisi kanan.
Lalu, saat ginjal tidak berfungsi dengan baik, cairannya bisa menumpuk di dalam tubuh dan akhirnya membuat kaki bengkak.
Selain itu, penyakit hati dapat mempengaruhi produksi protein hati yang disebut albumin, yang dapat mencegah darah keluar dari pembuluh darah ke jaringan di sekitarnya. Bila produksi albumin terganggu, hal ini dapat menyebabkan kaki menjadi bengkak.

10. Infeksi
Penyebab kaki bengkak yang terakhir adalah karena mengalami infeksi. Dalam sejumlah kasus, penderita diabetes memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi, sehingga turut meningkatkan risiko kaki bengkak yang lebih parah.
Oleh sebab itu, penderita diabetes harus waspada jika terjadi perubahan pada bagian tubuh. Misalnya, adanya pembengkakan atau benjolan yang tiba-tiba muncul.

Cara Mengobati Kaki Bengkak
Jika kaki detikers mengalami bengkak, jangan khawatir. Sebab, ada sejumlah cara yang cukup ampuh untuk mengobati kaki bengkak.
Dilansir Healthline, berikut sejumlah cara mudah untuk mengobati kaki yang bengkak.

1. Minum air putih yang banyak, minimal 8-10 gelas per hari.
2. Rendam kaki dengan air garam, hal ini untuk mengurangi pembengkakan serta membuat otot kaki lebih rileks.
3. Memakai stoking kompresi, namun jangan terlalu ketat dan menekan area yang bengkak.
4. Mengangkat kaki dengan menggunakan bantal, guling, selimut, atau penyangga lainnya saat sedang duduk atau berbaring.
5. Memperbanyak gerak, minimal jalan-jalan ringan setiap 1 jam sekali.
6. Rutin berolahraga minimal seminggu sekali.
7. Mengkonsumsi makanan yang mengandung magnesium, seperti tahu, bayam, brokoli, hingga alpukat.
8. Banyak mengkonsumsi potasium, seperti ubi, pisang, ayam, hingga salmon.
Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai 10 penyebab kaki bengkak dan cara mengobatinya secara tepat. Semoga artikel ini dapat membantu detikers!

6 Menu Sarapan yang Wajib Dikonsumsi Biar Tetap Awet Muda
18 Jul 2023 IT Poltek

Setiap orang menginginkan tubuh yang sehat dan terlihat awet muda. Tak jarang yang rela merogoh kocek yang jumlahnya sangat besar untuk melakukan perawatan agar terlihat muda.
Namun, penuaan tidak bisa dihindari. Meski begitu, penelitian menunjukkan bahwa banyak vitamin, mineral, dan zat lain dalam makanan yang bisa sedikit membantu memperlambat proses penuaan itu."Penuaan adalah proses alami dan tidak perlu malu," kata ahli diet Colleen Christensen, RD, dikutip dari Eat This, Jumat (14/7/2023).

"Namun, ada makanan tertentu yang bisa membantu kita merawat kulit yang kita miliki dengan kemampuan terbaik kita," sambungnya.
Ada beberapa alasan biologis yang menjelaskan mengapa penampilan kulit dapat berubah seiring bertambahnya usia.
Tubuh menghasilkan kolagen 1 persen lebih sedikit setiap tahun setelah berusia 20 tahun. Selain itu, kolagen memainkan peran penting dalam menjaga kulit agar tidak kendur.
Pada usia 40-an, kulit tidak memproduksi kolagen lagi, dan karena kehilangan elastisitasnya, kerutan dan garis halus mulai terbentuk lebih cepat. Sementara itu, paparan sinar UV dan radikal bebas di lingkungan dapat menyebabkan kerusakan kulit yang lebih parah lagi.
Untuk mengatasinya, menurut American Academy of Dermatology dengan mengkonsumsi makanan seimbang dengan banyak buah dan sayuran segar bisa membantu menangkal penuaan dini. Berikut beberapa menu sarapan yang bisa dikonsumsi untuk menangkal penuaan dini:

Smoothie buah
Ahli diet dan nutrisi Shena Jaramillo, MS, RD, mengatakan smoothie buah mengandung banyak antioksidan yang bisa menangkal kerusakan kulit akibat radikal bebas.
"Smoothies juga merupakan cara terbaik untuk tetap terhidrasi yang akan memiliki manfaat untuk meningkatkan kulit," kata Jaramillo.
"Tambahkan biji rami, alpukat, atau selai kacang ke dalam smoothie untuk tambahan asam lemak omega dan Vitamin E untuk meningkatkan kesehatan kulit dan mengurangi peradangan," sambungnya.

Alpukat
Jaramillo menyarankan alpukat sebagai salah satu menu sarapan. Ia mengatakan buah berwarna hijau ini adalah sumber asam lemak tak jenuh tunggal yang fenomenal, yang menurut penelitian dapat membantu melindungi kulit dari penuaan dini.
"Asam lemak omega 3 yang ada di dalam alpukat juga dapat membantu memperbaiki kekeringan kulit. Menjaga kulit tetap terhidrasi adalah kunci agar tetap sehat seiring bertambahnya usia," tutur Christensen.

Telur
Para ahli setuju bahwa telur adalah pilihan sarapan yang sangat baik untuk menutrisi kulit. Christensen mengatakan telur mengandung protein dan vitamin D.
"Vitamin D dapat melindungi kulit dari kerusakan UVB. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh kita untuk memproduksi vitamin D menurun, jadi mengkonsumsinya melalui makanan itu penting," katanya.
"Protein juga penting dan mereka yang mengkonsumsi makanan rendah protein terbukti memiliki tampilan kerutan yang lebih menonjol," lanjut dia.
Untuk penyajiannya, Jaramillo menyarankan untuk membuat telur dadar dengan sayuran seperti bayam, kangkung, atau paprika. Ini bertujuan untuk mendapatkan dosis vitamin C guna membantu mencerahkan tampilan kulit.
"Pilihan ini juga mengandung Vitamin E dan K yang akan membantu melancarkan aliran darah, dapat mengurangi munculnya bintik hitam pada kulit, dan melembabkan kulit," tambahnya.

Tahu
Jika seorang vegan, bisa juga mencoba mengganti telur dengan tahu. Tahu mengandung protein, yang merupakan salah satu bahan penyusun sel kulit, serta isoflavon kedelai, yang telah ditemukan secara signifikan mengurangi kerutan dan meningkatkan elastisitas kulit.
"Tahu adalah sumber seng yang baik, yang membantu mencegah kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh dan membantu perbaikan sel," jelas Jaramillo.
"Ini bisa bermanfaat bagi kulit selain setiap sel dalam tubuh. Tambahkan sayuran dan beberapa alpukat ke dalam campuran untuk mendapatkan sumber antioksidan dan fitonutrien yang bagus untuk melindungi kulit," sambung dia.

Tomat
"Saat kulit terpapar cahaya, likopen kulit bisa hancur. Makanan seperti tomat mengandung lycopene, yang dapat mengurangi kerusakan. Coba tambahkan saus salsa di atas telur atau tambahkan di atas irisan roti bakar alpukat," ujar Christensen.
Penelitian telah menunjukkan bahwa lycopene, fitokimia yang membuat sayuran ini berwarna merah, memiliki efek anti-inflamasi dan menurunkan sensitivitas kulit Anda terhadap radiasi UV.
Tomat juga kaya akan vitamin B, yang memiliki sifat anti-penuaan dan dapat mengurangi kerusakan akibat sinar matahari, bintik-bintik penuaan, garis-garis halus, dan kerutan sekaligus berkontribusi pada perbaikan sel.

Ubi jalar
Ubi jalar mengandung karotenoid, antioksidan kuat yang berasal dari vitamin A yang memiliki kualitas fotoprotektif. Itu bermanfaat untuk melindungi kulit dari kerusakan.
Makanan ini juga mengandung vitamin C, yang berperan utama dalam regenerasi kulit. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita berusia di atas 40 tahun yang memiliki asupan vitamin ini lebih rendah lebih cenderung memiliki kerutan.
"Sebuah korelasi telah diamati antara asupan vitamin C yang rendah dan memiliki kulit kering, yang dapat menyebabkan peningkatan kerutan," jelas Christensen.
"Kekurangan vitamin C juga dapat mempengaruhi sintesis kolagen, yang penting untuk elastisitas kulit," pungkasnya.
Selain dengan bahan alami, bisa juga dilengkapi dengan mengkonsumsi kolagen yang sudah terbukti baik untuk kesehatan kulit. Jangan khawatir, ada kolagen yang manis tapi tetap bebas gula.(osv/dkthlt)


Pelepasan Praktek Bagi Mahasiswa Tingkat II Prodi Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara
17 Jul 2023 IT Poltek

Bertempat di Politeknik Kaltara, hari ini tanggal 17 uli 2023, tengah dilaksanakan Pelepasan Praktek Bagi Mahasiswa Tingkat II Prodi Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara yang akan melaksanakan kegiatan Praktek di Fasillitas Kesehatan ( Puskesmas ) yang berada di Wilayah Kota Tarakan.

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kaltara Tahun Akademik 2023/2024
17 Jul 2023 IT Poltek

Bertempat di Politeknik Kaltara, hari ini tanggal 17 juli 2023, tengah dilaksanakan Pelaksanaan Proses One Day Services ( ODS ) Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kaltara Tahun Akademik 2023/2024, Politeknik Kaltara didalam Proses PMB telah menggunakan Sistem ODS yang mana calon mahasiswa dalam proses pendaftarannya cukup 1 hari saja, jadi DAFTAR....TES ....PENGUMUMAN selesai dalam 1 hari.