info@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Informasi Publik

Berita

Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.

Persiapan  Akreditasi Lab.Farmasi Semakin Lengkap
12 Jul 2023 IT Poltek

Laboratorium Farmasi Politeknik Kaltara dilengkapi dengan alat-alat yang digunakan untuk mendukung mahasiswa untuk melakukan praktek sehingga teori yang didapatkan bisa langsung dipraktekkan.

8 Penyebab Buang Air Besar Berdarah, Apakah Bisa Sembuh Sendiri?
12 Jul 2023 IT Poltek

Apakah detikers pernah mengalami ada darah pada kotoran (tinja) saat buang air besar? Buang air besar berdarah (hematochezia) bisa menjadi pertanda dari gejala penyakit atau kondisi tertentu.
Khawatirnya, beberapa gejala tersebut bisa mengarah kepada kondisi yang lebih serius. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui penyebab buang air besar berdarah, simak selengkapnya di bawah ini.
Penyebab Umum Buang Air Besar Berdarah
Dilansir Cleveland Clinic, penyebab umum perdarahan dubur atau buang air besar berdarah adalah sebagai berikut:

1. Wasir/Ambeien
Wasir atau ambeien merupakan kondisi di mana ada pembuluh darah yang membengkak di dalam rektum/anus.

2. Fisura Anus
Fisura anus atau fisura ani merupakan robekan pada lapisan saluran anus. Seperti wasir, hal ini sering terjadi setelah mengejan untuk buang air besar.
Baik wasir maupun fisura ani, keduanya berhubungan dengan sembelit, yang dapat menyebabkan nyeri dubur dan pendarahan.

3. Penyakit Radang Usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD)
Penyakit radang usus akan menyebabkan peradangan kronis (berkelanjutan) pada lapisan usus kecil maupun besar. Selain itu, IBD menyebabkan sakit perut kronis, diare, dan jika parah bisa menyebabkan pendarahan.

4. Divertikulitis
Divertikulitis terjadi di usus besar, yang posisinya dekat dengan rektum. Buang air besar berdarah terjadi saat kantong kecil di lapisan dalam usus besar (divertikula) terinfeksi atau meradang.

Penyebab BAB Berdarah Lainnya
Selain penyebab umum, penyebab lain buang air besar berdarah yang mungkin termasuk:

1. Kolitis Menular
Beberapa infeksi bakteri yang menyebabkan kolitis hemoragik, yakni perdarahan dari usus besar. Hal Ini biasanya datang dalam bentuk diare berdarah.

2. Infeksi Menular Seksual (IMS)
IMS umum tertentu bisa menyebabkan peradangan dan pendarahan pada lapisan anus atau dubur.
Dalam hal ini, herpes menyebabkan luka yang bisa mengeluarkan darah dan human papillomavirus (HPV) yang menyebabkan kutil dubur yang mungkin mengeluarkan sedikit darah.

3. Penyakit Tukak Lambung
Tukak lambung terjadi di perut, lebih tepatnya pada bagian atas usus kecil. BAB berdarah bisa terjadi ketika asam lambung mengikis lapisan pelindung, sehingga menciptakan luka terbuka.
Maag juga menyebabkan rasa sakit perut yang membakar/menggerogoti, hingga mungkin berdarah.

4. Polip Usus Besar dan Kanker Kolorektal
Polip dapat terlihat seperti jamur yang tumbuh di sisi usus yang ketika membesar bisa berdarah. Terkadang, mereka juga bisa berubah menjadi kanker.
Penyedia layanan kesehatan mungkin bisa menyelidiki perdarahan dubur yang tidak dapat dijelaskan dengan kolonoskopi, dalam rangka untuk menyingkirkan kanker usus besar.

Apakah Buang Air Besar Berdarah Bisa Sembuh Sendiri?
Bergantung pada penyebabnya, buang air besar berdarah mungkin bisa sembuh atau berhenti dengan sendirinya. Apabila BAB berdarah berhenti dan tidak kembali lagi, kita mungkin tidak memerlukan perawatan lebih lanjut.
Namun, kita juga harus selalu mengawasi pendarahan dubur atau darah di tinja. Perhatikan apakah hal tersebut terjadi lebih dari sekali, atau jika kamu memiliki gejala lain.
Itu tadi penjelasan seputar buang air besar berdarah. Semoga bisa menambah pengetahuan dan pemahaman kalian ya detikers.(osv/dkthlt)


Mahasiswa Prodi  Farmasi Tingkat III Politeknik Kaltara tengah diadakan Kegiatan Seminar Hasil
11 Jul 2023 IT Poltek

Bertempat di Ruang Ujian Prodi Farmasi Politeknik Kaltara, 11/7 tengah diadakan kembali Kegiatan Seminar hasil Farmasi mahasiswa Tingkat III Prodi Keperawatan Politeknik Kaltara, Seminar HASIL merupakan Tahapan yang harus dilalui Mahasiswa di tingkat Akhir sebelum menyelesaikan studinya.

7 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi, Kenali Ciri, dan Penyebabnya
11 Jul 2023 IT Poltek

Ketika bayi kembung, tentunya mereka mungkin tampak merasa tidak nyaman atau kesakitan. Oleh karena itu, beberapa bayi perlu memerlukan bantuan karena kembung.
Bayi kembung tak kunjung sembuh? Jangan khawatir Bunda, simak informasi seputar cara mengatasi perut kembung pada bayi di bawah ini yuk.Dilansir WebMD, salah satu cara mengatasi perut kembung pada bayi yaitu dengan pijatan secara lembut di bagian perut.

1. Pijat
Dilansir WebMD, salah satu cara mengatasi perut kembung pada bayi yaitu dengan pijatan secara lembut di bagian perut.

2. Periksa Peralatan Menyusui
Apabila si kecil menyusui dengan botol, cobalah untuk beralih ke dot yang alirannya lebih lambat. Namun, terkadang ukuran dot yang terlalu besar/kait botol yang terlalu dangkal juga bisa membuat bayi menelan lebih banyak udara.
Dalam hal ini, dot aliran yang lebih lambat akan membantu bayi, dalam mengontrol asupan udaranya dengan lebih baik saat mereka menyusu.

3. Buat Bayi Bergerak
Dilansir laman Banner Health, suatu gerakan bisa membantu saluran pencernaan bayi. Sehingga membantu membuang gas yang terperangkap lebih cepat. Berikut cara yang bisa dilakukan:
  1. Letakkan bayi secara telentang, pegang kedua kaki di masing-masing tangan dan putar kakinya dengan lembut dalam gerakan mengayuh (seperti mengendarai sepeda).

  2.Berikan waktu untuk perut mereka (perhatikan bayi saat mereka berbaring tengkurap). Waktu perut adalah waktu yang tepat untuk melatih kekuatan kepala dan leher mereka. Tempatkan bayi di           perutnya, kemudian beri sedikit tekanan pada perut mereka untuk membuat benda bergerak dan membantu memecah gelembung gas tersebut.

4. Memberi Probiotik Bayi
Probiotik bayi bisa berperan dalam meningkatkan bakteri baik dan mengatasi masalah pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan. Di mana, mikrobioma usus dan bakteri di usus pada bayi, mungkin tidak seimbang.
Beberapa penelitian menunjukkan probiotik bisa mengurangi gas dan waktu menangis bayi yang rewel. Carilah probiotik bayi yang mengandung Lactobacillus reuteri (L. reuteri).

5. Mandi Air Hangat
Mandi air hangat juga bisa untuk membantu bayi membuang gas berlebih.

6. Pantau Pola Makan dan Diet Ibu Menyusui
Jika ibu menyusui bayinya dengan ketat, pola makan ibu menyusui dapat membuat perbedaan dalam cara bayi mencerna susu. Jika kamu melihat mereka merasa tidak nyaman setelah disusui, mereka mungkin sensitif terhadap makanan yang ibu makan.

7. Bantu untuk Bayi Bersendawa
Bersendawa akan membantu menghilangkan udara ekstra yang tertelan saat bayi mengisap ASI dari payudara ibu atau botol susu.
Terkadang satu atau dua sesi bersendawa yang baik selama dan setelah menyusui akan berhasil dan dapat membantu memberi bayi rasa kelegaan.


Mahasiswa Tingkat I Prodi Keperawatan Politeknik Kaltara Melaksanakan OSCE
11 Jul 2023 IT Poltek

11 Juli 2023, bertempat di Laboratorium KDM/KMB Prodi Keperawatan Politeknik Kaltara tengah dilaksanakan kegiatan Objective Structured Clinical Examination ( OSCE ) bagi Mahasiswa Tingkat I Prodi Keperawatan, OSCE merupakan ujian yang digunakan untuk mengevaluasi mahasiswa Keperawatan.

Waspadai Jika Muncul 3 Gejala Ini di Tubuh, Bisa Jadi Kolesterol Tinggi
10 Jul 2023 IT Poltek

Kolesterol tinggi merupakan kondisi saat kadar kolesterol di dalam tubuh melebihi batas normal. Pada awalnya, kondisi ini mungkin tak menyebabkan masalah apapun. Namun, lama kelamaan tak diobati, dapat meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan serius.
Hal tersebut terjadi lantaran kolesterol dapat menumpuk di arteri yang menyebabkan penyumbatan, mencegah darah masuk. Jika tidak diobati ini dapat mengakibatkan keadaan darurat medis, seperti serangan jantung dan stroke.
"Ini seringkali merupakan faktor risiko tersembunyi yang artinya bisa terjadi tanpa kita sadari hingga terlambat," demikian kata The British Heart Foundation (BHF), dikutip dari Daily Express.

Meskipun kolesterol tinggi dapat menjadi risiko 'tersembunyi' lantaran tak memicu gejala, namun dalam beberapa kasus, seseorang dapat melihat tiga tanda kolesterol tinggi pada tubuhnya. Biasanya dapat muncul di tangan, lutut, pergelangan kaki, bahkan mata.BHF mendesak orang-orang untuk mewaspadai tanda-tanda kolesterol yang bisa terlihat. Berikut informasinya.

Tendon Xanthoma
Tendon xanthoma adalah timbunan kolestrol dalam tendon. Mereka muncul sebagai popula yang membesar perlahan atau nodul subkutan yang melekat pada tendon. Kondisi ini biasanya dapat muncul di jari tangan, lutut, atau tendon Achilles di belakang pergelangan kaki.

Xanthelasma
Xanthelasma adalah benjolan kolesterol kecil berwarna kuning yang ditemukan di dekat sudut dalam mata.

Arcus Kornea
Arkus kornea adalah kondisi yang ditandai dengan adanya semacam cincin berwarna putih, abu-abu muda, atau biru di sekeliling lingkaran mata yang berwarna (kornea). Kornea biasanya jernih dan memungkinkan warna iris di bawahnya terlihat.
Meskipun demikian, satu-satunya cara untuk memastikan apakah kadar kolesterol terlalu tinggi atau tidak di dalam tubuh adalah dengan melakukan tes.(osv/dkthlt)