5 Manfaat Makan Alpukat untuk Kesehatan, Termasuk Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Buah alpukat tidak hanya nikmat untuk disantap, tetapi juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh.Manfaat alpukat di antaranya dapat menjaga kesehatan...
Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.
Buah alpukat tidak hanya nikmat untuk disantap, tetapi juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh.Manfaat alpukat di antaranya dapat menjaga kesehatan...
Buah alpukat tidak hanya nikmat untuk disantap, tetapi juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh.
Manfaat alpukat di antaranya dapat menjaga kesehatan organ-organ penting di dalam tubuh serta membantu mencegah terjadinya berbagai penyakit. Lantas, apa saja manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari mengonsumsi alpukat? Dikutip dari Healthline, berikut daftarnya:
1. Sumber Nutrisi yang Baik
Alpukat merupakan buah yang di dalamnya mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh. Alpukat seberat 201 gram mengandung sebanyak:
322 kalori
30 gram lemak
4 gram protein
17 gram karbohidrat
14 gram serat
22 persen vitamin C
28 persen vitamin E
35 persen vitamin K
20 persen riboflavin (B2)
22 persen niacin (B3)
56 persen asam pantotenat (B5)
30 persen pyridoxine (B6)
41 persen folat
14 persen magnesium
21 persen kalium
42 persen tembaga
12 persen mangan
2. Baik untuk Organ Usus
Alpukat merupakan buah yang kaya akan kandungan serat, menyediakan sekitar 14 gram di setiap alpukat. Serat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan sebab membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri yang sehat. Sebuah penelitian pada 163 orang dewasa yang dianggap memiliki berat badan yang berlebih menemukan bahwa orang yang mengonsumsi 175 gram (pria) dan 140 gram (wanita) alpukat setiap hari dalam rentang waktu 12 minggu memiliki konsentrasi asam empedu feses yang lebih rendah dan peningkatan keragaman bakteri dibandingkan dengan kelompok kontrol.
3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Rutin mengonsumsi makanan yang padat akan nutrisi seperti alpukat dapat membantu melindungi terhadap penyakit jantung. Serat, lemak sehat, mineral, dan vitamin yang terkandung di dalam buah alpukat berperan dalam menjaga kesehatan sistem kardiovaskular. Tak hanya itu saja, alpukat juga dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL yang berperan untuk melindungi jantung dan menurunkan kadar kolesterol LDL teroksidasi, sejenis kolesterol yang secara signifikan terkait dengan aterosklerosis, atau adanya penumpukan plak di sepanjang dinding arteri.
4. Sumber Antioksidan dan Antiperadangan
Mengonsumsi buah alpukat secara teratur dapat membantu untuk meningkatkan pertahanan antioksidan tubuh. Sebuah penelitian pada 45 orang menemukan bahwa mengonsumsi alpukat sehari dapat meningkatkan kadar lutein karotenoid dalam darah daripada dengan pola makan tanpa alpukat.
Tak hanya itu saja, kandungan vitamin C dan karotenoid dalam alpukat telah dikaitkan dengan peningkatan kesehatan jantung, fungsi kognitif yang lebih baik, dan lain sebagainya.
5. Menurunkan Berat Badan
Walaupun buah alpukat tinggi akan kalori, namun alpukat juga kaya akan nutrisi dan dapat membantu meningkatkan rasa kenyang. Hal ini berkat adanya kandungan lemak sehat dan serat yang tinggi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya akan serat seperti sayuran dan buah-buahan dapat membantu untuk mendukung penurunan berat badan. Tak hanya itu saja, seseorang yang lebih sering mengonsumi makanan tinggi serat cenderung dapat mempertahankan berat badan yang lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang mengikuti diet rendah serat.(dtk).
Belakangan ramai di media sosial soal dugaan alasan skincare etiket biru masih marak dijual di pasaran. Menurut salah seorang influencer, hal ini disebabkan 'ulah'...
Belakangan ramai di media sosial soal dugaan alasan skincare etiket biru masih marak dijual di pasaran. Menurut salah seorang influencer, hal ini disebabkan 'ulah' pemilik maklon di Bandung. Maklon adalah perusahaan manufaktur yang menyediakan jasa produksi barang untuk pihak lain. Pemilik maklon skincare tersebut diduga kerap mengiming-imingi para reseller dari merek besar untuk menjual skincare etiket biru. Skincare etiket biru merupakan istilah untuk produk perawatan kulit yang ditambahkan bahan obat (obat keras), dibuat secara massal dan diberi label etiket biru, serta umumnya diedarkan secara online. Tanpa resep ataupun pengawasan dokter. Skincare beretiket biru ini mengandung bahan atau obat keras dan dibuat sebagai produk racikan. Karenanya, produk tersebut harus bersifat personal yaitu khusus disiapkan untuk pasien yang telah berkonsultasi dengan dokter, menuliskan resep berdasarkan diagnosis. Jika ditinjau dari sisi mutu, produk ini juga memiliki jangka waktu kestabilan yang pendek, sehingga tidak untuk dipergunakan atau disimpan dalam jangka waktu lama. Salah satu bahan yang kerap dimasukkan ke dalam skincare etiket biru adalah hydroquinone. Penggunaan jangka panjang bahan ini dapat memicu munculnya okronosis, sehingga menyebabkan pigmentasi biru kehitaman dan bintik yang tampak seperti kaviar dan berkembang pada kulit.
Respons Kepala BPOM RI, Kepala BPOM RI buka suara. Taruna Ikrar bertekad untuk ikut menyusut laporan terkait. Terlebih, skincare etiket biru memang masih marak dijual di pasaran bahkan secara online sehingga memudahkan masyarakat untuk mengakses produk tersebut. Laporan ini tengah diperdalam oleh kedeputian bagian kosmetik. "Tekad kami, tekad saya, kepada BPOM RI, akan menuntaskan semuanya, tegak lurus dengan aturan kalau ada yang bermain kami tindak kalau ada 'orang dalam'," tutur Taruna saat ditemui detikcom di Gedung BPOM RI, Senin (30/9/2024). Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Mohamad Kashuri menyebut pihak BPOM juga sudah bertemu langsung dengan pelapor. Sementara pihak yang terlapor yakni pemilik maklon skincare di Bandung, saat ini masih diinvestigasi lebih lanjut. "Laporannya sudah kita tindaklanjuti dan sekarang berproses yah, dengan apa yang disampaikan. Sekarang sedang dilakukan proses pemeriksaan di sana, jadi nanti kita hasilnya akan kita sampaikan," tandas dia. Belum diketahui pasti kapan persisnya hasil investigasi dirilis. Kashuri juga mewanti-wanti masyarakat bijak memilih sebelum menggunakan skincare. "Lebih baik cari dari toko official resmi, hindari skincare etiket biru," pungkasnya. (dtk).
Kalori memainkan peranan yang sangat penting dalam mengelola berat badan. Jika asupan kalori terlalu tinggi, maka akan disimpan dalam bentuk lemak sehingga...
Kalori memainkan peranan yang sangat penting dalam mengelola berat badan. Jika asupan kalori terlalu tinggi, maka akan disimpan dalam bentuk lemak sehingga menyebabkan peningkatan berat badan. Karenanya, seseorang yang ingin menurunkan berat badan perlu menjaga agar asupan kalori hariannya tidak lebih besar dari yang kebutuhan kalori untuk beraktivitas. Salah satu caranya dengan memilih menu makanan yang rendah kalori, termasuk buah-buahan. Meski semua jenis buah umumnya menyehatkan dan bisa membantu menurunkan berat badan, beberapa jenis buah memiliki kandungan kalori yang rendah sehingga mendukung defisit kalori. Jenis buah ini paling cocok dikonsumsi saat diet untuk menurunkan berat badan. Dikutip dari Eat This, berikut sejumlah buah rendah kalori yang dapat membantu menurunkan berat badan.
1. Apel
Apel tak hanya rendah kalori, tapi juga kaya akan nutrisi. Satu buah apel berukuran sedang dapat mengandung 62,4 kalori, 25,1 gram karbohidrat, 4,4 gram serat, dan 0,5 gram protein. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan apel dapat membantu mengurangi nafsu makan dan rasa lapar. Selain itu, apel juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko diabetes, dan meningkatkan kesehatan usus.
2. Blueberry
Satu cangkir blueberry mengandung 84,4 kalori. Buah ini juga kaya akan serat, protein, dan antioksidan yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan.Penelitian juga menunjukkan blueberry dapat membantu mengelola glukosa dan mengurangi tekanan darah.
30 September 2024, telah dilaksanakannya kegiatan pelantikan ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) Politeknik...
30 September 2024, telah dilaksanakannya kegiatan pelantikan ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) Politeknik Kaltara.
Kadar kolesterol tinggi kerap dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. Banyak yang beranggapan bahwa gejala kolesterol dapat dirasakan melalui nyeri pada bagian...
Kadar kolesterol tinggi kerap dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. Banyak yang beranggapan bahwa gejala kolesterol dapat dirasakan melalui nyeri pada bagian tubuh, dan ada pula yang mengira bahwa sakit di otot belakang leher merupakan indikasi adanya kolesterol. Menurut dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), FIHA, FAsCC, seorang ahli jantung, anggapan bahwa nyeri di bagian belakang leher merupakan gejala kolesterol adalah sebuah mitos. "Mitos itu, muncul sakit di otot leher bukan karena kolesterol," tukas dr Ario dalam wawancara dengan detikcom pada peringatan Hari Jantung Sedunia 2024 oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) di Jakarta International Equestrian Park (JIEP) Jakarta Timur, Minggu (29/09/2024). "Gejala kolesterol itu seperti xanthelasma," tambahnya. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, xanthelasma palpebrarum (XP) adalah pertumbuhan berwarna kuning yang tidak berbahaya, muncul pada atau di sudut kelopak mata dekat hidung, akibat penumpukan kolesterol di bawah kulit. Menurut dr Ario, xanthelasma sering muncul ketika seseorang memiliki kadar lemak yang sudah kronis, yang tentunya meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Mengenai nyeri pada otot belakang leher, dr Ario menekankan bahwa hal ini bisa disebabkan oleh penggunaan gadget dengan postur leher yang salah. Ketika menunduk, beban yang ditanggung leher bisa mencapai hampir empat kali lipat lebih berat, sehingga memerlukan tenaga ekstra untuk menopang kepala. Sementara itu, dikutip dari Mayo Clinic, kadar kolesterol yang tinggi sebenarnya tidak bergejala. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan tes darah. Pola hidup sehat, termasuk menerapkan pola makan yang sehat dan menjalani gaya hidup aktif, penting untuk menghindari faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit, gejala kolesterol dan penyakit jantung.(dtk).
Kopi merupakan salah satu jenis minuman populer yang dikonsumsi pagi hari sebelum beraktivitas. Tak sedikit yang beranggapan bahwa kopi...
Kopi merupakan salah satu jenis minuman populer yang dikonsumsi pagi hari sebelum beraktivitas. Tak sedikit yang beranggapan bahwa kopi bermanfaat untuk meningkatkan mood dan juga energi untuk beraktivitas. Namun, kini yang menjadi pertanyaan sebenarnya seberapa banyak sih jumlah kopi yang disarankan maksimal per hari? Dikutip dari Mayo Clinic, 400 mg kafein sehari menjadi jumlah yang masih aman untuk kebanyakan orang dewasa sehat. Jumlah tersebut sama dengan sekitar empat cangkir kopi hitam. Namun, ini kembali juga pada jenis biji kopi yang digunakan.
Perlu diperhatikan bahwa asupan kafein tidak hanya didapatkan dari kopi. Beberapa jenis minuman lain seperti minuman bersoda, minuman berenergi, cokelat, hingga teh juga mengandung kafein. Terlalu banyak mengonsumsi kopi dapat menimbulkan efek samping yang tidak baik untuk kesehatan. Orang dewasa yang minum lebih dari 4 cangkir kopi sehari mungkin akan mengalami gelisah hingga sulit tidur. Hal ini biasanya dialami oleh orang-orang yang tubuhnya mungkin lebih sensitif dengan zat kafein. Reaksi tubuh terhadap kafein ditentukan sebagian oleh seberapa banyak kafein yang biasa diminum.
Orang yang jarang mengonsumsi kopi atau kafein cenderung lebih sensitif terhadap efeknya. Asupan kafein yang terlalu banyak juga sangat mempengaruhi kualitas tidur. Kualitas dan durasi tidur yang rendah, dikaitkan dengan gangguan kewaspadaan dan kinerja ketika siang hari. Efek samping lain yang mungkin dapat dialami seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi kopi atau kafein dalam sehari meliputi:
1. Sakit kepala2. Insomnia
3. Kegugupan
4. Rasa mudah tersinggung
5. Sering buang air kecil
6. Sulit menahan buang air kecil
7. Detak jantung lebih cepat
8. Tremor otot
Jika tubuh sudah terbiasa dengan kafein, biasanya kopi tidak akan menimbulkan masalah kesehatan. Namun, mewaspadai kemungkinan efek samping kafein tetap harus dilakukan dan mengurangi asupannya jika disarankan apabila perlu.