Mou antara politeknik kaltara dan BPBD Kota tarakan ( 4 november 2025 )
Mou antara politeknik kaltara dan BPBD Kota tarakan ( 4 november 2025...
Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.
Mou antara politeknik kaltara dan BPBD Kota tarakan ( 4 november 2025...
Mou antara politeknik kaltara dan BPBD Kota tarakan ( 4 november 2025 )
Badan Pengawas Obat dan Makanan menindak tegas 15 produk obat bahan alam (OBA) ilegal dan berbahaya. Ini karena obat-obatan tersebut mengandung bahan kimia obat...
Badan Pengawas Obat dan Makanan menindak tegas 15 produk obat bahan alam (OBA) ilegal dan berbahaya. Ini karena obat-obatan tersebut mengandung bahan kimia obat (BKO) yang dapat merusak organ tubuh.
Di pasaran, obat-obat ini dikenal sebagai produk pelangsing, penambah stamina pria, dan pegal linu.
Dari 15 produk ilegal tersebut, 5 produk pelangsing diketahui mengandung BKO sibutramin dan 5 produk stamina pria mengandung sildenafil sitrat. Sedangkan, 5 produk pegal linu mengandung deksametason, parasetamol, asam mefenamat, ibuprofen, serta natrium diklofenak.
Campuran BKO pada obat-obat tersebut dapat merusak jantung, hati, ginjal, hingga kematian jika dikonsumsi dalam takaran yang melebih batas. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan keprihatinan mendalam atas temuan ini.
"Penambahan BKO dalam produk berbasis bahan alam bukan sekadar pelanggaran, melainkan sabotase terhadap sistem kesehatan masyarakat. Produk-produk ini menyamar sebagai jamu atau suplemen herbal, padahal mengandung zat aktif obat yang berbahaya," kata Ikrar dalam keterangannya, Senin (3/11/2025).
Berikut 15 produk ilegal berbahaya yang ditemukan BPOM RI.
1. JD Jamu Diet
Mengandung BKO sibutramin dan diklaim sebagai pelangsing.
2. Jamu Diet Dosting
Mengandung BKO sibutramin dan diklaim sebagai pelangsing.
3. Obat Diet Dokter (TR023776354)
Mengandung BKO sibutramin dan diklaim sebagai pelangsing. Mencantumkan nomor izin edar fiktif.
4. BEAUTY SLIM
Mengandung BKO sibutramin dan diklaim sebagai pelangsing.
5. Obat Diet Herbal
Mengandung BKO sibutramin dan diklaim sebagai pelangsing.
6. SUPER TONIK MADU KUAT (UD Agung Sehat Jawa Tengah)
Produk mengandung BKO sildenafil sitrat. Diklaim sebagi stamina pria.
7. Kopi Stamina Agam Perkasa (TR194009112) - Mutiara Perkasa Tangerang Indonesia
Produk mengandung BKO sildenafil sitrat. Mencantumkan nomor izin edar fiktif dan diklaim sebagai stamina pria.
8. Jrenk jos X (TR 054335881) - PT Herbal Farma Jkt
Produk mengandung BKO sildenafil sitrat. Mencantumkan nomor izin edar fiktif dan diklaim sebagai stamina pria.
9. Kopi Rempah Cap Luwak Cobra (TR053563947) - PT. IZTANA
ZAWIYAH
Produk mengandung BKO sildenafil sitrat. Mencantumkan nomor izin edar fiktif dan diklaim sebagai stamina pria.
10. Chang Sanx (POM TI: 093053147) - PJ Akar Manjur
Produk mengandung BKO parasetamol, ibuprofen, natrium diklofenak, dan sildenafil sitrat. Mencantumkan izin edar fiktif dan diklaim sebagai stamina pria.
11. Tokcer (TR005101984) - PJ Sinar Jaya
Produk mengandung BKO natrium diklofenak. Mencantumkan izin edar fiktif dan diklaim dapat mengobati pegal linu.
12. Sari Daun Kelor (TR183449168) - PJ Sumber Sehat
Produk mengandung BKO parasetamol, deksametason, dan natrium diklofenak. Nomor izin edar fiktif dan diklaim sebagai obat pegal linu.
13. Buah Merah Rimba (POM TR No. 034334855) - PT. Raja Farma Sukses - Jakarta
Produk mengandung BKO deksametason dan natrium diklofenak. Izin edar fiktif dan diklaim sebagai obat pegal linu.
14. Garciana Tokcer (POM TR No. 043230891) - PJ GS Super Garciana Jakarta - Indonesia
Produk mengandung BKO asam mefenamat, ibuprofen, dan parasetamol. Izin edar fiktif, diklaim sebagai obat pegal linu.
15. Pas-Ti Joss (Dep. Kes. RI TR No. 003202171) - PJ Sinar Maju
Produk mengandung BKO natrium diklofenak dan parasetamol. Izin edar fiktif dan diklaim sebagai obat pegal linu.
(NF/Detik.com)
Salah satu momen yang sering bikin orang tua was-was adalah ketika anak demam. Untuk orang tua yang belum paham sepenuhnya soal penanganan demam anak, ini mungkin...
Salah satu momen yang sering bikin orang tua was-was adalah ketika anak demam. Untuk orang tua yang belum paham sepenuhnya soal penanganan demam anak, ini mungkin akan membuat panik.
Sebenarnya, bolehkah anak yang sedang demam dimandikan? Untuk menyiasati ini, orang tua terkadang memilih menyeka atau mengelap tubuh anak, karena khawatir demam yang dialami semakin parah.
Spesialis anak Brawijaya Hospital Taman Mini dr Rizky Amrullah Nasution, SpA mengungkapkan mandi sebenarnya justru disarankan untuk anak yang demam. Berdasarkan penelitian, ada tiga hal yang terbukti dapat membantu menurunkan demam anak, yaitu obat penurun panas, kompres, dan skin to skin contact.
dr Rizky menuturkan memandikan anak memberi efek seperti kompres demam, tapi lebih baik dampaknya pada tubuh anak.
"Jadi boleh nggak dimandikan? Boleh banget. Karena justru lebih bagus sebenarnya, karena kalau kompres itu kan hanya di atas kepala, leher, ketiak, sama lipat paha," ujar dr Rizky pada awak media di acara Healthtalk Brawijaya Hospital Taman Mini, Jakarta Timur, Selasa (28/10/2025).
Meski begitu, dr Rizky mengingatkan suhu air yang digunakan untuk memandikan anak harus disesuaikan. Suhu yang cocok menurut dr Rizky adalah air hangat suam kuku dengan suhu sekitar 37-38 derajat celcius, sesuai dengan suhu tubuh, tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin.
"Harapannya si air yang suhunya mirip dengan suhu tubuh ini akan membuka pembuluh darahnya, supaya demamnya cepat turun," sambungnya.
dr Rizky mengatakan orang tua bisa mengombinasikan tiga langkah penurun demam secara bersamaan. Langkah ini dapat membantu proses penurunan demam lebih cepat dan efektif. Apabila gejala tidak mereda dalam beberapa hari, konsultasi dengan dokter bisa dilakukan.
"Dibandingkan hanya satu-satu aja, misal obat panasnya doang, atau kompres mandinya doang, atau skin to skinnya doang, jadi kita kombinasi ketiganya, supaya penurunan suhu tubuhnya lebih efektif," tandasnya.
(NF/Detik.com)
Sumber air Aqua belakangan ramai disorot publik setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi salah satu lokasi pengolahan air milik perusahaan tersebut....
Sumber air Aqua belakangan ramai disorot publik setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi salah satu lokasi pengolahan air milik perusahaan tersebut. Kunjungan tersebut terungkap melalui YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel (KDM).
Seorang staf perusahaan kemudian menjelaskan air diambil dari bawah tanah melalui proses pengeboran. Terkait hal tersebut Danone menegaskan sumber air yang digunakan bukan berasal dari sumur bor biasa, melainkan dari akuifer dalam lapisan air tanah alami yang terbentuk di sistem hidrogeologi pegunungan.
"Air ini terlindungi secara alami dan telah melalui proses seleksi serta kajian ilmiah oleh para ahli dari UGM dan Unpad. Sebagian titik sumber bahkan bersifat self-flowing atau mengalir secara alami," jelas Aqua dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (23/10/2025).
Guru Besar Teknologi Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Ir Heru Hendrayana menjelaskan air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan bumi dan tak bisa dilihat langsung lantaran tersimpan di dalam batuan. Batuan tersebut disebut akuifer.
Adapun air tanah dalam atau akuifer ini berbeda dengan air tanah dangkal yang biasa digunakan oleh sumur penduduk. Kedalaman air tanah dalam ini bisa mencapai hingga 200 meter dan seterusnya.
Air tanah dalam umumnya memiliki kualitas yang sangat baik dan relatif aman untuk dikonsumsi. Hal ini karena pada kedalaman tersebut, lanjut Prof Heru, air sudah terlindungi dari kontaminasi seperti bakteri dan virus.
"Bakteri, virus itu tidak bisa hidup di air tanah dalam, karena virus dan bakteri itu mempunyai masa hidup di dalam batuan itu hanya 60 hari, 70 hari, 100 hari, hanya itu. Jadi kalau di dalam sana, itu pasti tidak ada bakteri, itu ya," tutur Prof Heru.
Namun yang menjadi perhatian utama adalah kandungan kimia berbahaya. Lantaran hal tersebut, penting untuk melalui proses penelitian dan pemeriksaan lebih lanjut. Ia juga menjelaskan produsen AMDK yang beredar di pasaran wajib melalui proses penyaringan dan sterilisasi, termasuk dengan teknologi ultraviolet.
Senada, Rachmat Fajar Lubis dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga mengatakan air tanah dari sumur dalam (air tanah tertekan) berada jauh di bawah permukaan, sehingga tak bersinggungan langsung dengan aktivitas manusia dan hewan.
"Di bawah permukaan tanah yang cukup dalam, tidak ada kehidupan mikroorganisme. Jadi airnya lebih murni, hanya mengandung mineral alami dari batuan yang dilaluinya," ungkapnya.
Inilah alasan mengapa perusahaan air minum memilih menyedot air dari lapisan tanah dalam, bukan dari sumber mata air terbuka.
"Dengan cara itu, kualitas air bisa dijaga, bebas kontaminasi, dan tetap memenuhi standar kesehatan," katanya.
(NF/Detik.com)
Fenomena air hujan yang tidak lagi murni sudah menjadi sorotan di Indonesia setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan kandungan mikroplastik dalam...
Fenomena air hujan yang tidak lagi murni sudah menjadi sorotan di Indonesia setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan kandungan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta.
Peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova menjelaskan penelitian yang dilakukan sejak 2022 menunjukkan adanya mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di ibu kota. Partikel-partikel plastik mikroskopis tersebut terbentuk dari degradasi limbah plastik yang melayang di udara akibat aktivitas manusia.
"Mikroplastik ini berasal dari aktivitas manusia di kota besar. Misalnya serat sintetis dari pakaian, debu kendaraan dan ban, sisa pembakaran terbuka sampah plastik, serta degradasi plastik di lingkungan terbuka," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (16/10/2025).
Temuan ini ternyata tak cuma terjadi di Jakarta, tapi hampir di seluruh penjuru bumi. Air hujan kini membawa beban polusi modern yang sangat sulit dihilangkan: mikroplastik dan PFAS (perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl substances), yang dikenal sebagai "zat kimia abadi" (forever chemicals).
Mikroplastik Ada di Air Hujan di Seluruh Penjuru Bumi
Dikutip dari laman VOX, penelitian telah mendokumentasikan mikroplastik dalam air hujan yang jatuh di seluruh dunia, termasuk di wilayah terpencil dan tak berpenghuni. Ini menegaskan bahwa masalah pencemaran plastik di air hujan merupakan masalah global akibat pencemaran lingkungan.
Sebuah analisis pada tahun 2020 di jurnal Science mendokumentasikan mikroplastik di air hujan yang jatuh di beberapa taman nasional dan wilayah terpencil di Amerika Serikat bagian Barat. Mayoritas adalah mikrofiber yang berasal dari pakaian poliester atau karpet.
Sumber terbesar mikroplastik ini adalah jalan raya (sisa pecahan ban dan sampah plastik yang tertiup angin) dan lautan. Ketika ombak pecah, partikel plastik mikroskopis terlempar ke udara dan terbawa angin.
Janice Brahney, ahli biogeokimia di Utah State University, menyatakan masalah plastik ini jauh lebih buruk daripada masalah hujan asam (acid rain) sebelumnya.
"Dengan hujan asam, kita bisa menghentikan emisi prekursor asam, dan hujan asam akan berhenti. Tetapi kita tidak bisa menghentikan siklus mikroplastik lagi. Partikel-partikel ini tidak terurai dalam skala waktu yang relevan," katanya.
Picu Masalah Kesehatan Serius
Polutan-polutan ini meresap ke sumber air minum, dan meskipun instalasi pengolahan air dapat menghilangkan sebagian, sejumlah besar masih tersisa, membuat manusia dan satwa liar terpapar bahan kimia yang terkait dengan kanker, penyakit ginjal, dan gangguan kekebalan tubuh.
Mengutip BBC, manusia diperkirakan mengonsumsi hingga 52.000 mikroplastik per tahun baik melalui makanan, minuman, maupun udara yang kita hirup, mikroplastik telah tersebar luas. Mikroplastik telah ditemukan dalam cairan tubuh, mulai dari air liur dan darah hingga dahak dan ASI, serta berbagai organ tubuh termasuk hati, ginjal, limpa, otak, dan bahkan bagian dalam tulang manusia.
Sejumlah studi menemukan mikroplastik dapat menyebabkan peradangan, stres oksidatif, dan kerusakan sel pada manusia, dan studi menunjukkan kaitannya dengan masalah kesehatan serius seperti penyakit kardiovaskular, kanker tertentu, dan penyakit neurodegeneratif.
Mikroplastik dapat terakumulasi di organ dan jaringan, berpotensi mengganggu fungsi dan kesehatan normal, dan bahan kimia yang dikandungnya juga dapat berkontribusi terhadap kerusakan tubuh.
(NF/Detik.com)
Kasus obat sirup beracun yang melibatkan produk buatan India kembali menggemparkan dunia. Setelah sebelumnya menewaskan puluhan anak di Gambia dan Uzbekistan, kini...
Kasus obat sirup beracun yang melibatkan produk buatan India kembali menggemparkan dunia. Setelah sebelumnya menewaskan puluhan anak di Gambia dan Uzbekistan, kini tragedi serupa terjadi di dalam negeri India.
Pada tahun 2022, dunia dikejutkan oleh laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengungkapkan bahwa lebih dari 66 anak di Gambia tewas setelah mengonsumsi sirup batuk yang diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals, perusahaan farmasi India.
Obat ini terkontaminasi dengan dietilen glikol, zat beracun yang dapat merusak ginjal dan menyebabkan gagal organ. Kasus serupa juga terjadi di Uzbekistan, dengan 18 anak meninggal setelah mengonsumsi obat sirup yang sama.
Terjadi Juga di Tahun 2023
Pada tahun 2023, kasus obat sirup beracun juga menghantam India. Beberapa anak dilaporkan keracunan setelah mengonsumsi sirup batuk yang terkontaminasi dengan zat berbahaya. Dalam kasus ini, meskipun tidak ada laporan kematian, gejala yang dialami anak-anak yang terkontaminasi serupa dengan yang terjadi di Gambia dan Uzbekistan.
Obat-obatan yang diproduksi oleh Norris Medicines terkontaminasi dietilen glikol (DEG) atau etilen glikol (EG), kontaminan yang sama yang ditemukan dalam sirup obat batuk yang menyebabkan kematian 114 anak di Gambia, Uzbekistan, dan Kamerun sejak pertengahan tahun 2022.
Ditemukan Lagi Cemaran DEG di Obat Batuk Sirup
India kembali menghadapi kasus kematian anak akibat pemberian sirup obat batuk. Hingga Sabtu kemarin, tercatat 16 anak meninggal dunia setelah mengonsumsi sirup obat batuk merek Coldrif.
Menyusul kabar tersebut, kepolisian setempat menangkap dr Praveen Soni, dokter yang meresepkan sirup obat batuk terkontaminasi dietilen glikol (DEG) di luar ambang batas yang ditolerir.
Pemerintah Madhya Pradesh pada hari Sabtu melarang penjualan dan distribusi sirup obat batuk Coldrif setelah tes mengonfirmasi adanya zat beracun dalam sampel yang dikumpulkan dari batch yang sama terkait dengan kematian 16 anak, sembilan sebelumnya dan dua lainnya dilaporkan kemudian, di Chhindwara.
Keamanan Obat-obatan India Dipertanyakan
Diberitakan BBC, banyak yang percaya bahwa India selalu berjuang melawan banjir obat palsu, yang sebagian besar dijual di kota-kota kecil dan desa-desa.
Namun, para analis mengatakan bahwa dokter dan pasien mungkin mencampuradukkan obat-obatan di bawah standar dengan apa yang mereka anggap sebagai obat palsu. Laboratorium pengujian obat milik negara di banyak negara bagian kekurangan dana, kekurangan staf, dan peralatan yang buruk.
Catatan resmi pemerintah mengungkapkan bahwa antara tahun 2007 dan 2020, lebih dari 7.500 obat yang diambil sampelnya hanya di tiga dari 28 negara bagian dan tiga wilayah persatuan di India telah gagal dalam uji mutu dan dinyatakan sebagai obat 'tidak berkualitas standar'.