info@poltekkaltara.ac.id +6285255596655 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Benarkah Kunyit Bisa untuk Mengobati Masalah Asam Lambung? By Admin Politeknik Kaltara  23 Agu 2022, 08:29:37 WIB

Benarkah Kunyit Bisa untuk Mengobati Masalah Asam Lambung?

- Kunyit telah ribuan tahun digunakan untuk mengobati banyak penyakit dan kondisi tertentu, termasuk masalah perut dan pencernaan. Banyak cerita menunjukkan bahwa obat alami ini dapat meredakan asam lambung, namun ada beberapa uji klinis yang pernah membuktikan klaim tersebut.


Manfaat kunyit untuk kesehatan

Kunyit kaya akan senyawa anti-inflamasi dan antioksidan. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan Ayurveda, kunyit telah digunakan untuk meredakan nyeri artritis dan mengatur menstruasi. Di samping itu, kunyit juga telah digunakan untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan fungsi hati. Saat ini, kunyit diakui sebagai terapi alternatif untuk sakit maag, peradangan, dan tukak lambung. Ada pun bahan kunyit yang paling aktif disebut kurkumin. Ini dianggap bertanggung jawab atas sebagian besar manfaat kesehatan kunyit. Kurkumin juga mengandung antioksidan polifenol yang memiliki kemampuan antivirus, antibakteri, dan antikanker yang kuat.

Manfaat kunyit berdasarkan hasil studi Meskipun banyak studi telah mengeksplorasi khasiat obat dari kunyit dan ekstraknya kurkumin, tidak ada studi yang benar-benar berfokus pada asam lambung. Secara keseluruhan, tidak ada cukup bukti untuk mendukung penggunaan kunyit untuk mengobati asam lambung. Jadi, tetap diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan keefektifannya pada manusia.

Kunyit dan ekstraknya kurkumin juga dikatakan memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Karena itu, kunyit disimpulkan dapat meredakan GERD. Penelitian lebih lanjut saat ini sedang dilakukan. Sebuah artikel tahun 2019 menyajikan beberapa wawasan tentang aktivitas anti-tumor, anti-inflamasi, antioksidan kurkumin dalam pengobatan masalah di saluran pencernaan. Kurkumin juga dapat melindungi usus dari kerusakan akibat NSAID dan agen berbahaya lainnya. Senyawa ini berperan dalam menjaga bakteri yang terkait dengan bisul, membantu penyembuhan bisul, dan bekerja secara aktif dalam membunuh sel kanker di usus. (Kompas/haerul)