info@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Program Studi

Berita

Informasi lengkap program studi dan konten akademik terkait.

10 materi informasi
Berita
Materi Program

Informasi Akademik & Profil Program Studi

Kegiatan OSCE Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara

Kegiatan OSCE Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara

Kegiatan Tryout OSCE Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara

Kegiatan Tryout OSCE Prodi D3 Farmasi Bertempat Di lantai 3 Politeknik Kaltara 04 Juni 2026

Leaflet dan Poster, Media Kecil dengan Dampak Besar dalam Upaya Pencegahan Narkoba Oleh Muliyadi *

Permasalahan narkoba tidak hanya menjadi urusan hukum, tetapi juga persoalan kesehatan masyarakat, pendidikan, keluarga, dan masa depan generasi muda. Banyak remaja mengenal narkoba bukan karena memahami bahayanya, melainkan karena rasa ingin tahu, pengaruh teman sebaya, tekanan lingkungan, atau keinginan mencari pengakuan dalam pergaulan. Pada titik inilah edukasi dan promosi kesehatan memiliki peran penting. Pencegahan tidak cukup dilakukan melalui larangan atau ancaman hukuman. Remaja perlu memperoleh informasi yang benar, mudah dipahami, dekat dengan kehidupannya, dan disampaikan secara berulang melalui media yang menarik.

Dalam promosi kesehatan, media menjadi jembatan antara pesan kesehatan dan perubahan perilaku. Pesan yang baik tidak akan memberi dampak apabila tidak sampai kepada sasaran dengan cara yang tepat. Sebaliknya, media sederhana dapat menjadi kuat bila dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Dua media yang sering digunakan dalam edukasi kesehatan adalah leaflet dan poster. Keduanya terlihat kecil, murah, dan mudah dibuat, tetapi memiliki peran besar dalam memperkuat pemahaman remaja tentang bahaya narkoba.

Leaflet merupakan media cetak berukuran kecil yang berisi informasi singkat, padat, jelas, dan mudah dibawa. Dalam kegiatan penyuluhan, leaflet dapat dibagikan langsung kepada siswa, orang tua, maupun masyarakat. Keunggulan leaflet terletak pada sifatnya yang praktis. Seseorang dapat membacanya saat kegiatan berlangsung, menyimpannya, lalu membaca kembali di rumah. Dengan demikian, informasi tentang narkoba tidak berhenti ketika penyuluhan selesai, tetapi tetap dapat diingat dan dipelajari ulang.

Dalam pencegahan narkoba, leaflet dapat memuat pesan tentang pengertian narkoba, jenis narkoba, dampaknya terhadap otak dan tubuh, risiko terhadap pendidikan, bahaya pergaulan negatif, serta cara menolak ajakan menggunakan narkoba. Informasi tersebut harus ditulis dengan bahasa sederhana, tidak menakut-nakuti secara berlebihan, dan langsung mengarah pada inti pesan. Remaja lebih mudah menerima pesan yang dekat dengan pengalaman mereka, seperti memilih teman positif, mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat, berani mengatakan tidak, dan mencari bantuan saat menghadapi tekanan.

Selain leaflet, poster memiliki kekuatan visual. Poster biasanya dipasang di tempat yang mudah dilihat, seperti ruang kelas, lorong sekolah, puskesmas, balai desa, papan pengumuman, atau tempat berkumpulnya remaja. Melalui gambar, warna, simbol, dan kalimat pendek, poster mampu menarik perhatian dalam waktu singkat. Pesan seperti “Katakan Tidak pada Narkoba”, “Masa Depanmu Lebih Berharga”, atau “Hidup Sehat Tanpa Narkoba” dapat menjadi pengingat visual yang terus dilihat setiap hari.

Poster yang baik tidak harus penuh tulisan. Justru, poster lebih kuat apabila menggunakan kalimat pendek, gambar yang jelas, dan ajakan tindakan yang tegas. Dalam konteks pencegahan narkoba, poster dapat menggambarkan akibat buruk narkoba terhadap prestasi belajar, kesehatan mental, hubungan keluarga, dan masa depan remaja. Poster juga dapat menampilkan pilihan positif, seperti olahraga, belajar, berkarya, berorganisasi, dan bergaul dengan teman yang mendukung perilaku sehat.

Kombinasi leaflet dan poster menjadi strategi yang lebih lengkap. Leaflet memberikan penjelasan yang lebih rinci, sedangkan poster memperkuat ingatan melalui pesan visual. Ketika pesan diterima melalui bacaan, gambar, warna, dan pengulangan di lingkungan sekolah, peluang pesan tersebut untuk diingat menjadi lebih besar. Edukasi kesehatan pun tidak lagi terasa sebagai ceramah satu arah, tetapi hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Agar leaflet dan poster benar-benar berdampak, pembuatannya tidak boleh asal-asalan. Sasaran harus ditentukan dengan jelas. Leaflet untuk siswa SMP tentu berbeda dengan leaflet untuk orang tua atau masyarakat umum. Bahasa, gambar, contoh kasus, dan ajakan tindakannya harus disesuaikan dengan usia, tingkat pemahaman, dan kondisi sosial sasaran. Begitu pula poster harus ditempatkan di lokasi strategis, mudah dilihat, tidak tertutup benda lain, dan diperbarui secara berkala agar tidak membosankan.

Media edukasi juga perlu didukung komunikasi langsung. Leaflet dan poster akan lebih bermakna apabila disertai penyuluhan, diskusi, bimbingan guru, peran orang tua, serta dukungan lingkungan sekolah. Media hanyalah alat bantu, sedangkan perubahan perilaku membutuhkan proses berkelanjutan. Remaja perlu diajak memahami bahwa narkoba bukan tanda keberanian, bukan jalan keluar dari masalah, dan bukan cara agar diterima dalam pergaulan. Sebaliknya, narkoba dapat merusak kesehatan, menurunkan kemampuan belajar, mengganggu emosi, merusak hubungan keluarga, dan menghancurkan masa depan.

Pada akhirnya, leaflet dan poster bukan sekadar kertas berisi tulisan dan gambar. Keduanya adalah media kecil yang membawa pesan besar: menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Di tengah derasnya informasi dan kuatnya pengaruh pergaulan, remaja membutuhkan pesan yang jelas, mudah diingat, dan terus hadir di lingkungannya. Melalui leaflet dan poster yang dirancang dengan baik, edukasi bahaya narkoba dapat menjadi lebih dekat, menarik, dan menggerakkan. Dari media kecil inilah kesadaran besar dapat tumbuh, yaitu kesadaran untuk memilih hidup sehat, produktif, dan bebas narkoba.

*Penulis adalah Dosen Pada Prodi Promosi Kesehatan, Politeknik Kaltara

 

Monev Pembuatan ASKEP Digital Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara

Rapat Monev Pembuatan ASKEP Digital Prodi D3 Keperawatan Bertempat Di Ruang Rapat Lantai 2 Politeknik Kaltara 10 Juni 2026

Monev Rapat Tinjauan Manajemen (RTM)

Monev Rapat Tinjauan Manajemen Yang Dilaksanakan Oleh Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Bertempat Di Lantai 2 Ruang Rapar Politeknik Kaltara 09 Juni 2026

Pengabdian Masyarakat Prodi D4 Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara

Tema Suara Digital : Edukasi Literasi Kesehatan dan Pelatihan The Power Of Voice Bagi Komunikator Masa Depan Prodi D4 Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara 02 Juni 2026

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kaltara

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kaltara 04 Juni 2026

Seminar Askep Prodi D3 Keperawatan

Seminar Askep Praktek Klinik Keperawatan (PKK)  Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara 09 Juni 2026

Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara

Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara

Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara

Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara