Berita
Informasi lengkap program studi dan konten akademik terkait.
Informasi Akademik & Profil Program Studi
Kegiatan OSCE Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara
Kegiatan OSCE Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara
Kegiatan Tryout OSCE Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara
Leaflet dan Poster, Media Kecil dengan Dampak Besar dalam Upaya Pencegahan Narkoba Oleh Muliyadi *
Permasalahan
narkoba tidak hanya menjadi urusan hukum, tetapi juga persoalan kesehatan
masyarakat, pendidikan, keluarga, dan masa depan generasi muda. Banyak remaja
mengenal narkoba bukan karena memahami bahayanya, melainkan karena rasa ingin
tahu, pengaruh teman sebaya, tekanan lingkungan, atau keinginan mencari
pengakuan dalam pergaulan. Pada titik inilah edukasi dan promosi kesehatan
memiliki peran penting. Pencegahan tidak cukup dilakukan melalui larangan atau
ancaman hukuman. Remaja perlu memperoleh informasi yang benar, mudah dipahami,
dekat dengan kehidupannya, dan disampaikan secara berulang melalui media yang
menarik.
Dalam
promosi kesehatan, media menjadi jembatan antara pesan kesehatan dan perubahan
perilaku. Pesan yang baik tidak akan memberi dampak apabila tidak sampai kepada
sasaran dengan cara yang tepat. Sebaliknya, media sederhana dapat menjadi kuat
bila dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Dua media yang sering digunakan
dalam edukasi kesehatan adalah leaflet dan poster. Keduanya terlihat kecil,
murah, dan mudah dibuat, tetapi memiliki peran besar dalam memperkuat pemahaman
remaja tentang bahaya narkoba.
Leaflet
merupakan media cetak berukuran kecil yang berisi informasi singkat, padat,
jelas, dan mudah dibawa. Dalam kegiatan penyuluhan, leaflet dapat dibagikan
langsung kepada siswa, orang tua, maupun masyarakat. Keunggulan leaflet
terletak pada sifatnya yang praktis. Seseorang dapat membacanya saat kegiatan
berlangsung, menyimpannya, lalu membaca kembali di rumah. Dengan demikian,
informasi tentang narkoba tidak berhenti ketika penyuluhan selesai, tetapi
tetap dapat diingat dan dipelajari ulang.
Dalam
pencegahan narkoba, leaflet dapat memuat pesan tentang pengertian narkoba,
jenis narkoba, dampaknya terhadap otak dan tubuh, risiko terhadap pendidikan,
bahaya pergaulan negatif, serta cara menolak ajakan menggunakan narkoba.
Informasi tersebut harus ditulis dengan bahasa sederhana, tidak menakut-nakuti
secara berlebihan, dan langsung mengarah pada inti pesan. Remaja lebih mudah
menerima pesan yang dekat dengan pengalaman mereka, seperti memilih teman
positif, mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat, berani mengatakan tidak, dan
mencari bantuan saat menghadapi tekanan.
Selain
leaflet, poster memiliki kekuatan visual. Poster biasanya dipasang di tempat
yang mudah dilihat, seperti ruang kelas, lorong sekolah, puskesmas, balai desa,
papan pengumuman, atau tempat berkumpulnya remaja. Melalui gambar, warna,
simbol, dan kalimat pendek, poster mampu menarik perhatian dalam waktu singkat.
Pesan seperti “Katakan Tidak pada Narkoba”, “Masa Depanmu Lebih Berharga”, atau
“Hidup Sehat Tanpa Narkoba” dapat menjadi pengingat visual yang terus dilihat
setiap hari.
Poster
yang baik tidak harus penuh tulisan. Justru, poster lebih kuat apabila
menggunakan kalimat pendek, gambar yang jelas, dan ajakan tindakan yang tegas.
Dalam konteks pencegahan narkoba, poster dapat menggambarkan akibat buruk
narkoba terhadap prestasi belajar, kesehatan mental, hubungan keluarga, dan
masa depan remaja. Poster juga dapat menampilkan pilihan positif, seperti olahraga,
belajar, berkarya, berorganisasi, dan bergaul dengan teman yang mendukung
perilaku sehat.
Kombinasi
leaflet dan poster menjadi strategi yang lebih lengkap. Leaflet memberikan
penjelasan yang lebih rinci, sedangkan poster memperkuat ingatan melalui pesan
visual. Ketika pesan diterima melalui bacaan, gambar, warna, dan pengulangan di
lingkungan sekolah, peluang pesan tersebut untuk diingat menjadi lebih besar.
Edukasi kesehatan pun tidak lagi terasa sebagai ceramah satu arah, tetapi hadir
dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Agar
leaflet dan poster benar-benar berdampak, pembuatannya tidak boleh asal-asalan.
Sasaran harus ditentukan dengan jelas. Leaflet untuk siswa SMP tentu berbeda
dengan leaflet untuk orang tua atau masyarakat umum. Bahasa, gambar, contoh
kasus, dan ajakan tindakannya harus disesuaikan dengan usia, tingkat pemahaman,
dan kondisi sosial sasaran. Begitu pula poster harus ditempatkan di lokasi
strategis, mudah dilihat, tidak tertutup benda lain, dan diperbarui secara berkala
agar tidak membosankan.
Media
edukasi juga perlu didukung komunikasi langsung. Leaflet dan poster akan lebih
bermakna apabila disertai penyuluhan, diskusi, bimbingan guru, peran orang tua,
serta dukungan lingkungan sekolah. Media hanyalah alat bantu, sedangkan
perubahan perilaku membutuhkan proses berkelanjutan. Remaja perlu diajak
memahami bahwa narkoba bukan tanda keberanian, bukan jalan keluar dari masalah,
dan bukan cara agar diterima dalam pergaulan. Sebaliknya, narkoba dapat merusak
kesehatan, menurunkan kemampuan belajar, mengganggu emosi, merusak hubungan
keluarga, dan menghancurkan masa depan.
Pada
akhirnya, leaflet dan poster bukan sekadar kertas berisi tulisan dan gambar.
Keduanya adalah media kecil yang membawa pesan besar: menyelamatkan generasi
muda dari penyalahgunaan narkoba. Di tengah derasnya informasi dan kuatnya
pengaruh pergaulan, remaja membutuhkan pesan yang jelas, mudah diingat, dan
terus hadir di lingkungannya. Melalui leaflet dan poster yang dirancang dengan
baik, edukasi bahaya narkoba dapat menjadi lebih dekat, menarik, dan
menggerakkan. Dari media kecil inilah kesadaran besar dapat tumbuh, yaitu
kesadaran untuk memilih hidup sehat, produktif, dan bebas narkoba.
*Penulis adalah Dosen Pada Prodi Promosi Kesehatan, Politeknik Kaltara
Monev Pembuatan ASKEP Digital Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara
Rapat Monev Pembuatan ASKEP Digital Prodi D3 Keperawatan Bertempat Di Ruang Rapat Lantai 2 Politeknik Kaltara 10 Juni 2026
Monev Rapat Tinjauan Manajemen (RTM)
Pengabdian Masyarakat Prodi D4 Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara
Tema Suara Digital : Edukasi Literasi Kesehatan dan Pelatihan The Power Of Voice Bagi Komunikator Masa Depan Prodi D4 Promosi Kesehatan Politeknik Kaltara 02 Juni 2026
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kaltara
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kaltara 04 Juni 2026
Seminar Askep Prodi D3 Keperawatan
Seminar Askep Praktek Klinik Keperawatan (PKK) Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara 09 Juni 2026
Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara
Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Farmasi Politeknik Kaltara
Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara
Ujian Seminar Hasil Prodi D3 Keperawatan Politeknik Kaltara